Februari 3, 2009

Menghemat Konsumsi AC

Ditulis dalam Tips & Trik pada 05:04 oleh alwaysbeon

Seperti kita ketahui, alat-alat pendingin (maupun pemanas) memakan daya listrik yang besar. Tapi tahukah Anda bahwa pendingin, dalam hal ini AC yang kita pakai, bisa lebih hemat?

Penghematan dibagi menjadi dua, pasif dan akitf. Kondisi ruangan, perawatan, dan cara pakai pun bisa mempengaruhi tagihan listrik Anda. Berikut ini adalah tips agar AC kita bisa hemat enegri:

Aktif

  • Ketika menyalakan AC, usahakan ruang dalam keadaan tertutup rapat agar AC tidak bekerja keras mendinginkannya.
  • Saat menghidupkan AC, listrik naik cukup drastis. Setelah itu, listrik turun kembali. Karena itu jangan teralalu sering mematikan dan menghidupkan AC.
  • Atur tingkat kesejukan secukupnya. Setting pada Suhu 24 ºC merupakan perbandingan terbaik antara tingkat kesejukan dan penghematan listrik. Tentunya hal ini bisa tercapai jika memperhatikan hal-hal lain dalam tips ini.
  • Hidupkan AC hanya bila ruangan akan digunakan dan matikan bila ruangan tidak digunakan lebih dari 15 menit.
  • Ganti refrigerant secara teratur.
  • Lakukan perawatan rutin dengan mencuci AC sebulan sekali atau minimal 2 bulan. Sedangkan untuk pemakaian yg lebih jarang (mis AC kamar hanya saat tidur) bisa 3 bulan sekali. AC yg terawat juga menghindari jamur dan bakteri bersarang di filter udara

Pasif

  • Untuk ruangan yg luas, tempatkan unit indoor berdekatan dengan aktifitas rutin sehingga hembusan udara sejuk lebih cepat terasa. Tetapi hindari udara berhembus langsung ke badan.
  • Gunakan tirai dan kaca film pada jendela, agar ruangan tidak terlalu panas akibat sinar matahari yang masuk melalui kaca jendela.
  • Penggantian refrigeran tipe hydrocarbon dapat mengurangi kebutuhan energi listrik AC.
  • Hindari penempatan unit indoor di dekat peralatan yang menghasilkan panas seperti kompor, lemari es, dan lampu.
  • Hindari penempatan unit outdoor yg terlalu jauh dari unit indoor. Semakin panjang pipa yg digunakan menyebabkan efisiensi berkurang bahkan kemampuan mendinginkan udara menjadi turun. Jarak ideal adalah kurang dari 5 meter.
  • Hindari penempatan unit outdoor terkena sinar terik matahari. Semakin panas udara sekeliling semakin unit outdoor bekerja keras untuk melepaskan panas. Contoh termudah ketika hujan AC jauh lebih cepat dingin.

Cara Menghitung Kebutuhan AC
Banyak dari kita sering mengabaikan luas ruangan dengan tingkat kebutuhan AC. Karena kita pikir tempatnya kecil, maka cukup hanya 1/2PK, atau sebaliknya, karena tempatnya besar, maka kita kasih 2PK. Kita pikir sudah lebih berhemat membeli satu AC dari pada 2AC Jangan sampai AC yang Anda beli terlalu besar alias pemborosan atau terlalu kecil alias kurang dingin. Ada rumus sederhana yang bisa kita manfaatkan.

Rumusnya:

(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU
W = panjang ruang (dalam feet)
H = tinggi ruang (dalam feet)
I = nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain). Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
L = lebar ruang (dalam feet)
E = nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur; nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.

Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC ½ PK = ±5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
AC 2 PK = ±18.000 BTU/h

Contoh Hitungan:
Ruang berukuran 9mx4m atau (19 kaki x 13 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) tidak berinsulasi, dinding panjang menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (19 x 13 x 18 x 10 x 17) / 60 = 12.597 BTU alias cukup dengan AC 1½ PK.

Sumber: dari berbagai sumber.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.