Mei 25, 2009
Program perlindungan lapisan Ozon dan Bahan-bahan Perusak Lapisan Ozon
Ini merupakan judul dari brosur UNIT OZON Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup. Brosur lima halaman yang dilipat menjadi ukuran A5 ini merupakan bagian dari kampanye ‘Stop Global Warming yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Sesuai dengan judulnya, maka isi posting ini merupakan saduran dari brosur tersebut.
Apakah Lapisan Ozon Itu?
Lapisan ozon terbentuk dari molekul-moleku ozon yang terkonsentrasi di stratosfer pada ketinggian 15-60km di atas permukaan bumi. Lapisan ini dapat menyerap radiasi ultra violet-B sinar matahari yang berbahaya bagi kehidupan. Secara alamiah, molekul ozon terbentuk dan terurai melalui keseimbangan dinamis.
Kerusakan lapisan ozon di stratosfir berawal dari adanya emisi molekul gas yang mengandung kloro dan brom yang dihasilkan dari berbagai aktifitas manusia. Karena tidak bereaksi dan tidak larut dalam air, molekul gas tersebut terakumulasi di bagian bawah atmosfir.
Pada lapisan stratosfir, radiasi matahari memecah molekul gas tersebut sehingga dihasilkan radikal Kloro dan Brom. Melalu reaksi berantai, radikal Kloro dan Brom akan memecah ikatan molekul gas-gas lain di atmosfir, termasuk molekul ozon. Reaksi yang terjadi mengakibatkan molekul ozon terpecah menjadi oksigen dan radikal oksigen. Karena reaksi tersebut berlangsung secara berantai maka konsentrasi ozon di stratosfir akan terus berkurang, sehingga pada kondisi yang paling kritis akan membentuk lubang ozon.
Dimanakah Lubang Ozon Terjadi?
Fenomena terbentuknya lubang ozon stratosfir di atas wilayah Antartika atau Kutub Selatan, ditemukan pada awal periode 1980. Pengamatan intensif pada tahun-tahun berikutnya memastikan bahwa penurunan konsentrasi ozon stratosfir dalam jumlah yang relatif besar dapat terjadi jaga di daerah Kutub Utrara serta daerah tropis.
Selama beberapa dekade terakhir berlangsung peningkatan emisi bahan perusak ozon (BPO) ke atmosfirm.
Apakah pengaruh penipisan lapisan ozon?
Berkurangnya molekul ozon di stratosfer mengakibatkan lapisan zon menjadi semakin tipis sehingga fungsi penyerapan radiasi UV-B menjadi berkurang. Sebagai akibatnya, intensitas radiasi UV-B semakin meningkat. Berdasarkan kajian ilmiah diketahui bahwa setiap 10 persen penipisan lapisan ozon akan terjadi kenaikan radiasi UV-B sebesar 20 persen. Paparan radiasi UV-B yang berlebih dapat menimbulkan dampak negatif.
Pada manusia, radiasn UV-B berlebih dapat menimbulkan penyakit kangker kulit, katarak mata, serta mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. Selain itu juga dapat memicu reaksi kimiawi di atmosfer bagian bawah, yang mengakibatkan penambahan jumlah reaksi fotokimia yang menghasilkan asap beracun, hujan asam, serta peningkatan gangguan saluran pernafasan.
Pada tumbuhan, radiasi UV-B dapat menghambat pertumbuhan berbagai tanaman, bahkan beberapa menjadi kerdil. Sebagai akibatnya hasil panen menurun dan tidak jarang gagal panen.
Di perairan laut, intensitas radiasi UV-B yang tinggi dapat memusnahkan organisme kecil yang hidup di permukaan air. Phytoplanton yang menjadi sumber utama rantai makanan organisme laut dapat musnah, sehingga menimbulkan pengaruh berantai terhadap kehidupan organisme laut. Radiasi UV-B juga akan menurunkan kemampuan sejumlah organisme menyerap gas karbon dioksida, yang merupakan salah-satu gas rumah kaca, sehingga konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat dan menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Bahan Kimia apa saja yang dapat merusak lapisan ozon?

Untuk apa saja bahan perusak ozon digunakan?
Bahan kimia perusak ozon digunakan secara intensif oleh manusia pada berbagai kegiatan rumah tangga dan industri. Berbagai jenis freon (CFC dan HCFC) digunakan sebagai bahan pengembang dalam proses pembuatan busa dan panel insulasi, bahan pendingin dalam berbagai berbagai peralatan refrigerasi, serta bahan pendorong (propelan) dalam tabung spray. Selain itu beberapa jenis freon digunakan juga sebagai bahan pelarut dan pembersih, sebagaimana halnya dengan carbon tetrachloride dan methyl chloroform.
Halon merupakan bahan kimia yang efektif untuk memadamkan api sehingga digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran. Methyl Bromida digunakan sebagai pestisida digunakan untuk membasmi hama dalam tanah yang dapat mengganggu produktifitas hasil pertanian. Disamping itu Methyl Bromida juga digunakan sebagai bahan fumigasi di tempat penyimpanan (pergudangan), pra pengapalan hasil pertanian dan karantina pertanian. Sampai saat ini barang yang diproduksi dengan menggunakan BPO masih banyak dijumpai dipasaran.
Bagaimana Penganggulangan Berlanjutnya Penipisan Lapisan Ozon?
Sebagai tanggapan terhadap laporan ilmiah mengenai kerusakan lapisan ozon stratosfer, United Nations Environment Programme (UNEP) pada tahun 1981 memulai proses negosiasi pengembangan langkah-langkah Internasional untuk melindungi lapisan ozon. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan tersusunnya Konvensi Wina tentang Perlindungan Lapisan Ozon yang disahkan pada bulan Maret 1985 dan kemudian ditindaklanjuti dengan pengesahan Protokol Montreal pada bulan September 1987. Konvensi Wina merupakan landasan hukum pelaksanaan perlindungan lapian ozon di tingkat internasional yang mensyaratkan seluruh negara pihak untuk bekerjasama melaksanakan pengamatan, penelitian dan pertukaran informasi guna memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mengkaji dampak kegiatan manusia terhadap lapisan ozon serta dampak penipisan lapisan ozon terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Protokol Montreal memuat aturan pengawasan produksi, konsumsi, dan perdagangan bahan-bahan perusak lapisan ozon. Dalam protokol tersebut tercantum jenis-jenis bahan kimia yang masuk dalam daftar pengawasan serta jadwal penghapusan masing-masing jenis BPO. Protokol Montreal kemudian mengalami penyempurnaan melalui penetapan Amandemen London (1989), Amandemen Kopenhagen (1992), Amandemen Montreal (1997), serta Amandemen Beijing (1999).
Bagaimana Program Perlindungan Lapiasan Ozon di Indonesia?
Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Wina, Protokol Montreal dan Amandemen London melalui ketetapan Keppres No. 23 Tahun 1992. Pelaksanaan program perlindungan lapisan ozon di Indonesia difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan. Dalam mendukung pelaksanaan program perlindungan lapisan ozon, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan perangkat hukum yang mengatur perdagangan dan penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO). Sampai tahun 2002, perangkat hukum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia adalah sebagai berikut :
- Keputusan Presiden RI No. 23 Tahun 1992.
- Keputusan Presiden RI No. 92 Tahun 1998, tentang pengesahan Montreal Protocol on Substances that Deplete the Ozone Layer, Copenhagen 1992 Protocol Montreal tentang zat-zat yang merusak lapisan ozon, Copenhagen 1992.
- Peraturan Pemerintah RI, No. 74 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.
- Keputusna Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 110/MPP/Kep/1/1998, tentang larangan memproduksi dan memperdagangkan bahan perusak lapisan ozon serta memproduksi dan memperdagangkan bahan perusak lapisan ozon (Ozone Depleting Substances).
- Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 111/MPP/Kep/1/1998, tentang perubahan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 230/MPP/Kep/7/97, tentang barang yang diatur Tata Niaga Impornya.
- Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 410/MPP/Kep/9/1998, tentang perubahan Kepmen Perindustrian dan Perdagangan RI No. 111/MPP/Kep/1/1998, tentang perubahan Kepmen dan Perdagangan RI No. 230/MPP/Kep/7/97, tentang barang yang diatur Tata Niaga Impornya.
- Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 411/MPP/Kep/9/1998, tentang tentang perubahan Kepmen Perindustrian dan Perdagangan RI No. 111/MPP/Kep/1/1998, tentang perubahan Kepmen dan Perdagangan RI No. 230/MPP/Kep/7/97, tentang barang yang diatur Tata Niaga Impornya.
- Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 789/MPP/Kep/12/2002, tentang perubahan Kepmen Perindustrian dan Perdagangan RI No. 111/MPP/Kep/1/1998, tentang perubahan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 230/MPP/Kep/7/97, tentang barang yang diatur Tata Niaga Impornya sebagaimana telah diubah dengan Kepmen Perindustrian dan Perdagangan RI No. 411/MPP/Kep/9/1998.
- Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 790/MPP/Kep/12/2002, tentang perubahan Kepmen perubahan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 110/MPP/Kep/1/1998 tentang tentang larangan memproduksi dan memperdagangkan bahan perusak lapisan ozon serta memproduksi dan memperdagangkan bahan perusak lapisan ozon (Ozone Depleting Substances) sebagaimana telah diubah dengan Kepmen Perindustrian dan Perdagangan RI No. 410/MPP/Kep/9/1998.
- Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 376/Menkes/PER/VIII/1990, tentang bahan, zat warna, zat pengawet dan tabir surya pada kosmetika.
Jadwal penghentian impor BPO (Bahan Perusak Ozon) yang berlaku di Indonesia sebagai berikut:

Kepedulian masyarakat terhadap perlindungan lapisan ozon dapat diwujudkan dengan cara memilih produk yang tidak menggunakan BPO.

Posting ini dibuat dengan tujuan mensupprot program Stop Global Warming, Kementerian Lingkungan Hidup terhadap .
Maret 5, 2009
Tentang Kami
PT BeON, adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia natural refrigerant (bahan pengganti freon) serta layanan jasa seputar masalah refrigerant dan refrigerator (AC). Didukung oleh teknisi yang handal serta pengalaman bertahun-tahun di bidang refrigerant, membuat kami mampu dan menjadi pilihan yang tepat bagi refrigerant anda.
Saat ini kami berkantor di Perkantoran Kencana Niaga I, Jl Taman Ariens Blok D1 no 3I Kembangan, Jakarta Barat 11620. Telpon +6221 5890 4997 / +6221 5890 4998.
Februari 3, 2009
Menghemat Konsumsi AC
Seperti kita ketahui, alat-alat pendingin (maupun pemanas) memakan daya listrik yang besar. Tapi tahukah Anda bahwa pendingin, dalam hal ini AC yang kita pakai, bisa lebih hemat?
Penghematan dibagi menjadi dua, pasif dan akitf. Kondisi ruangan, perawatan, dan cara pakai pun bisa mempengaruhi tagihan listrik Anda. Berikut ini adalah tips agar AC kita bisa hemat enegri:
Aktif
- Ketika menyalakan AC, usahakan ruang dalam keadaan tertutup rapat agar AC tidak bekerja keras mendinginkannya.
- Saat menghidupkan AC, listrik naik cukup drastis. Setelah itu, listrik turun kembali. Karena itu jangan teralalu sering mematikan dan menghidupkan AC.
- Atur tingkat kesejukan secukupnya. Setting pada Suhu 24 ºC merupakan perbandingan terbaik antara tingkat kesejukan dan penghematan listrik. Tentunya hal ini bisa tercapai jika memperhatikan hal-hal lain dalam tips ini.
- Hidupkan AC hanya bila ruangan akan digunakan dan matikan bila ruangan tidak digunakan lebih dari 15 menit.
- Ganti refrigerant secara teratur.
- Lakukan perawatan rutin dengan mencuci AC sebulan sekali atau minimal 2 bulan. Sedangkan untuk pemakaian yg lebih jarang (mis AC kamar hanya saat tidur) bisa 3 bulan sekali. AC yg terawat juga menghindari jamur dan bakteri bersarang di filter udara
Pasif
- Untuk ruangan yg luas, tempatkan unit indoor berdekatan dengan aktifitas rutin sehingga hembusan udara sejuk lebih cepat terasa. Tetapi hindari udara berhembus langsung ke badan.
- Gunakan tirai dan kaca film pada jendela, agar ruangan tidak terlalu panas akibat sinar matahari yang masuk melalui kaca jendela.
- Penggantian refrigeran tipe hydrocarbon dapat mengurangi kebutuhan energi listrik AC.
- Hindari penempatan unit indoor di dekat peralatan yang menghasilkan panas seperti kompor, lemari es, dan lampu.
- Hindari penempatan unit outdoor yg terlalu jauh dari unit indoor. Semakin panjang pipa yg digunakan menyebabkan efisiensi berkurang bahkan kemampuan mendinginkan udara menjadi turun. Jarak ideal adalah kurang dari 5 meter.
- Hindari penempatan unit outdoor terkena sinar terik matahari. Semakin panas udara sekeliling semakin unit outdoor bekerja keras untuk melepaskan panas. Contoh termudah ketika hujan AC jauh lebih cepat dingin.
Cara Menghitung Kebutuhan AC
Banyak dari kita sering mengabaikan luas ruangan dengan tingkat kebutuhan AC. Karena kita pikir tempatnya kecil, maka cukup hanya 1/2PK, atau sebaliknya, karena tempatnya besar, maka kita kasih 2PK. Kita pikir sudah lebih berhemat membeli satu AC dari pada 2AC Jangan sampai AC yang Anda beli terlalu besar alias pemborosan atau terlalu kecil alias kurang dingin. Ada rumus sederhana yang bisa kita manfaatkan.
Rumusnya:
(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU
W = panjang ruang (dalam feet)
H = tinggi ruang (dalam feet)
I = nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain). Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
L = lebar ruang (dalam feet)
E = nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur; nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.
Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC ½ PK = ±5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
AC 2 PK = ±18.000 BTU/h
Contoh Hitungan:
Ruang berukuran 9mx4m atau (19 kaki x 13 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) tidak berinsulasi, dinding panjang menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (19 x 13 x 18 x 10 x 17) / 60 = 12.597 BTU alias cukup dengan AC 1½ PK.
Sumber: dari berbagai sumber.
Januari 20, 2009
Refrigerant “Blossom”
MEMBERIKAN SOLUSI ATAS MAHALNYA TARIF LISTRIK PADA MESIN/ PERALATAN PENDINGIN & AC
Apa itu Refrigerant “ Blossom “?
Refrigerant “Blossom” adalah refrigerant ( bahan pendingin ) jenis HidroCarbon (HC) pengganti refrigerant konventional “freon” ( CFC/ HCFC/ HFC ), yang ramah lingkungan, hemat energi dibandingkan dengan freon yang digantikannya.
Apa keuntungan menggunakan Refrigerant “ Blossom “ pada peralatan pendingin/ AC ruangan/ AC mobil?
- Dapat menurunkan konsumsi tenaga listrik/ mesin hingga 25%. Mengapa konsumsi/ pemakaian tenaga listrik/ mesin bisa turun ? Karena Refrigerant Blossom memiliki berat jenis (BJ) lebih ringan dibandingkan freon (hanya 40% dari BJ freon), karena kerapatan maupun viskositas cairan jenuh dan uap jenuh dari refrigerant Hidrocarbon (HC) lebih kecil dari pada freon, sehingga tenaga yang digunakan untuk menggerakkan kompresorpun lebih kecil.
- Tidak perlu penambahan dan atau penggantian sparepart (komponen). Mengapa tidak memerlukan penggantian komponen/ oli? Karena sifat fisikanya, refrigerant Blossom sudah sesuai dan familiar dengan konstruksi, komponen maupun oli dari mesin yang biasa menggunakan refrigerant freon.
- Kerja kompresor lebih ringan, sehingga kompresor lebih awet dan khusus pada AC mobil membuat kerja mesin tidak terlalu berat. Mengapa kerja kompresor lebih ringan? Karena refrigerant Blossom yang digunakan lebih ringan, maka kerja kompresor menjadi lebih ringan pula, sehingga umur pemakaian (life time) kompresor lebih lama.
- Effek pendinginan lebih baik. Mengapa effek pendinginan lebih baik? Kalor laten penguapan pada NBP (normal boiling point) dari refrigerant Blossom lebih besar dari refrigerant freon, sehingga pengambilan panas pada saat penguapan lebih cepat. Bagaimana dengan kualitas (hasil) pendinginan yang dicapai ? Hasil pendinginan yang dicapai minimal sama bahkan lebih baik dari freon, karena sifat fisika dan termodinamika refrigerant Blossom lebih baik dari freon.
- Ramah lingkungan. Mengapa Refrigerant Blossom ramah lingkungan? Karena refrigerant Blossom sangat alamiah, hanya terdiri dari unsur Hidrogen ( H ) dan Carbon ( C ), yang sangat mudah bersenyawa dengan udara.
Refrigerant “BLOSSOM” menghemat Rp 21.535.000,- per tahun, sekitar 20%.
Biaya listrik yang dihemat sebesar Rp. 21,5 juta per tahun per 100 unit AC dengan kapasitas masing-masing 1 PK ,dengan jam operasional AC masing-masing 8 jam per hari.
Investasi akan kembali dalam waktu 16 bulan.
Investasi yang dibutuhkan untuk 100 unit AC kap. 1 PK sekitar Rp. 30.000.000,-, sedangkan biaya yang dihemat sebesar Rp. 21.535.000 ,- per tahun. Investasi akan kembali dalam jangka waktu 1,4 tahun ( 16 bulan )
Refrigerant Blossom memberikan garansi
Sebagai jaminan akan kualitas produk “BLOSSOM”, kami memberikan garansi sbb:
- Garansi penghematan diatas 15%
- Garansi kualitas pendinginan ( cooling capacity ) lebih baik atau minimum sama dengan sebelumnya
Dengan “BLOSSOM” umur compressor lebih panjang
Secara teori “BLOSOM” yang memiliki berat jenis hanya 30% dibandingkan dengan bahan pendingin konvensional ( Freon ) maka kerja compressor akan lebih ringan dibandingkan sebelumnya yang tentunya dampak dari hal tersebut akan menyebabkan:
- Hemat energy karena kerja motor menjadi ringan
- Karena kerja compressor yang ringan maka secara teori usia pakai compressor akan lebih panjang
Keunggulan-keunggulan “BLOSSOM”:
Blossom sebagai bahan pendingin alternative telah memenuhi persyaratan teknis sebagai refrigerant . adapun persyaratan teknis yang dimaksud adalah aspek sifat Fisika dan thermodinamika, diagram tekanan versus suhu serta uji kinerja pada refrigerasi. Dari hasil uji teknis menunjukkan bahwa Blossom memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan refrigerant sistetis sbb:
+ Beberapa parameter memberikan indikasi data lebih kecil, seperti :
- Kerapatan bahan ( density ) lebih kecil vs refrigerant sintetis
- Rasio tekanan kondensasi terhadap evaporasi lebih kecil vs refrigerant sintetis
- Nilai viskositas lebih kecil vs refrigerant sintetis
+ Beberapa parameter memberikan indikasi data lebih Besar, seperti:
- Efek Refrigerasi lebih Besar vs refrigerant sintetis
- COP ( Coefisien of Performance ) lebih Besar vs refrigerant sintetis
- Kalor Laten lebih Besar vs refrigerant sintetis
Januari 15, 2009
Stop Global Warming, Stop Freon!
Isu global warming semakin ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Begitu juga kesadaran masyarakat kita. Bisa kita lihat dari banyaknya LSM dan community yang konsern terhadap lingkungan. Contohnya B2W dan Let’s Go Green, juga segudang blog yang dibuka khusus untuk kampanye Go Green World. Sayangnya kesadaran ini tidak seiring dengan bentuk tindakan kongkrit.
Salah-satunya penggunaan freon sebagai pendingin, baik pendingin ruangan (termasuk AC mobil), pendingin makanan, maupun dispanser. Padahal freon sudah dilarang penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari karena selain merusak atmosfer, juga tidak baik untuk kesehatan manusia.
Apa itu Freon?
Freon termasuk dalam syntetic refrigerant atau pendingin buatan, yaitu: Hidro, Chloro, Fluoro dan Carbo. Ada banyak macam jenis freon, tapi tipe yang umum dipakai sebagai pendingin ada tiga. Pertama R-12 CFC (Chloroflurocarbon), banyak kita temukan pada kulkas, dispanser, maupun AC mobil di bawa tahun 1993. Kedua R-22 HCFC (Hidrochlorofluorocarbo), banyak ditemukan pada pendingin ruangan bersekala besar, seperti AC split, AC window, dan AC central pada gedung perkantoran. Dulu pun rumah sakit menggunakan pendingin dengan tipe freon R-22. Terakhir R-134a HFC (Hidrofluorocarbo), paling banyak digunakan oleh AC mobil dewasa ini, dan sebagian produk kulkas.
Mengapa penggunaannya berbahaya dan dilarang?
Freon memiliki Global Warming Potential (GWP) 510 kali lebih besar dari pada CO2. Karbondioksida dalam alam sendiri menyebabkan 9-26% efek rumah kaca. Dengan ditambahnya karbondioksida dari kendaraan bermotor, pemanasan global akibat efek rumah kaca semakin meningkat. Tapi ‘kejahatan’ karbondioksida belum sebanding dengan freon terkait penyebab pemanasan gelobal.
Selain GWP yang lebih tinggi dari CO2, Freon pun memiliki ALT (Atmosfer Life Time) yang sangat besar, yaitu 15. Artinya gas freon akan bertahan 15 tahun di atmosfer sebelum terurai! Berarti sejak pertama kali AC ditemukan dan dijual secara komersil (1950s), Freon baru terurai empat kali di alam (genap tahun 2010). Tapi faktanya – penggunaan AC berjalan setiap tahun dan terus meningkat, penggunaan freon yang juga tidak hanya di AC; membuat sepanjang tahun freon semakin lama bertahan di atmosfer.
Dampak lingkungan secara tidak langsung adalah konsumsi listrik yang tinggi. Membuat pendingin rumah tangga lebih boros energi 25-40% dari konsumsi yang seharusnya. Selain berbahaya untuk lingkungan, freon pun berbahaya untuk kesehatan. Cara kerja freon mengikat air, sehingga dampak langsung yang dapat dirasakan adalah kulit yang kering. Sistem pernafasan pun sering terganggu untuk jangka menengah dan jangka panjangnya, khususnya jika mengalami kebocoran freon.
Lantas apa solusinya?
Tentunya selain syntetic refrigerant, ada juga natural refrigerant, yaitu Hydrocarbon (CnH2n+2), atau yang sering kita singkat dengan HC. Ini lah solusi yang BeON tawarkan melalui hydrocarbon. Hydrocarbon sendiri terdapat dalam alam bebas, sayangnya teknologinya masih rumit dan mahal, sehingga kurang populer digunakan selama ini.
Apa saja keistimewaan hydrocarbon dibanding freon?
- HC hanya terdiri dari unsur Hidrogen ( H ) dan Carbon ( C ), yang sangat mudah bersenyawa dengan udara, sehingga alami dan ramah lingkungan.
- Selain ramah lingkungan, HC pun ramah terhadap kesehatan. Kulit tidak lagi terasa kering, dan tentu menghindari masalah kesehatan jangka panjang.
- penggunaan hydrocarbon pun menghemat listrik 15%-30% kunsumsi listri pendingin ruangan sehari-hari.
Kelemahan?
Keluhan yang sering dikeluhkan pelanggan adalah harganya yang mahal. Memang tidak bisa dibilang murah jika dibandingkan dengan freon, tapi Tentu! Dengan menggunakan HC selain menghemat listrik, dampak jangka panjangnya bagi kesehatan kita, juga berperan aktif dalam menyelamatkan bumi kita. Bukankan itu investasi seumur hidup?
Beranikah kita menatap mata anak-anak kita dan mengakui:
Bahwa kita punya kesempatan, tapi tak punya nyali untuk bertindak?
Bahwa kita punya teknologi, tapi miskin visi?
Kira-kira demikian isi sebuah artikel yang ditajuk Greenpeace Indonesia (selengkapnya bisa lihat di_sini). Serius bertindak! Serius stop Global Warming!